Showing posts with label satelit. Show all posts
Showing posts with label satelit. Show all posts

Tuesday, June 4, 2024

Teknologi Satelit Pada iPhone 14 dan 15

Dengan iPhone 14, iPhone 14 Pro, iPhone 15, atau iPhone 15 Pro, Anda dapat menghubungkan iPhone ke satelit untuk mengirim SMS ke layanan darurat, meminta bantuan tepi jalan, dan berbagi lokasi dengan teman dan keluarga. Koneksi satelit di iPhone bekerja dengan cara yang berbeda dari mengirim atau menerima pesan melalui koneksi seluler. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:


1. Cara Kerja Koneksi Satelit di iPhone:

  • Satelit bergerak cepat, memiliki bandwidth rendah, dan berjarak ratusan mil dari Bumi.
  • Dalam kondisi ideal dengan pandangan yang tidak terhalang ke langit dan cakrawala, sebuah pesan mungkin memerlukan waktu 15 detik hingga terkirim. Namun, jika pesan dikirim di bawah pohon yang tidak terlalu rimbun, mungkin perlu waktu lebih dari satu menit.
  • Lingkungan sekitar, panjang pesan, serta status dan ketersediaan jaringan satelit juga memengaruhi waktu koneksi.
  • Agar dapat menggunakan konektivitas satelit, pastikan iPhone Anda memiliki perangkat lunak yang kompatibel dan iOS yang diperbarui ke versi terbaru.


2. Cara Menghubungkan iPhone ke Satelit:

  • Berada di luar ruangan dengan pandangan yang tidak terhalang ke langit dan cakrawala.
  • Hindari pepohonan dengan dedaunan lebat, bukit atau gunung, ngarai, dan bangunan tinggi yang dapat menghalangi koneksi.
  • Pegang iPhone seperti biasa, dan koneksi satelit dapat dipertahankan meskipun layar ponsel dikunci.
  • Perlu diingat bahwa konektivitas satelit mungkin tidak berfungsi di tempat dengan garis lintang di atas 62°, seperti Alaska bagian utara.


3. Demo Darurat SOS Melalui Satelit:

  • Untuk memahami cara kerja Darurat SOS melalui satelit, Anda dapat mencoba demonya di luar ruangan dengan pandangan yang tidak terhalang ke langit.
  • Pastikan Layanan Lokasi untuk Koneksi Satelit sudah diaktifkan di pengaturan iPhone Anda.


Demikianlah teknologi satelit pada iphone. Apakah saat ini teknologinya berguna? Bisa jadi. Untuk yang mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan di atas


Thursday, August 5, 2010

Benarkah Terjadi 'Tsunami Matahari'


Sejumlah situs berita mancanegara memberitakan ancaman 'tsunami matahari' yang akan menghantam bumi hari ini, Selasa, 3 Agustus 2010. Benarkah gelombang akibat ledakan besar di atmosfer matahari itu akan terjadi? Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, membantah ancaman itu. "Tidak ada tsunami atau badai matahari saat ini," katanya seperti dikutip dari blog pribadinya.

Menurut Thomas, kejadian sebenarnya adalah terjadi ledakan atau flare kecil di matahari pada 1 Agustus 2010 sekitar pukul 16.00 WIB. Bila itu mengarah ke bumi, dampaknya kemungkinan baru terasa sekitar 3 Agustus, tetapi tidak signifikan.
Kejadian pada 1 Agustus tidak berdampak signifikan pada bumi. "Kalau pun ada hanya sedikit gangguan ketinggian orbit satelit dan tampaknya cahaya aurora di langit sekitar kutub karena interaksi partikel matahari yang terperangkap medan magnet bumi dengan atmosfer bumi."

Tsunami matahari berbeda dengan badai matahari. Tsunami matahari adalah ledakan di permukaan matahari yang dampaknya hanya terasa di sekitar titik ledakan. "Ibarat terjadinya gempa di laut, maka gelombang tinggi terjadi menyebabkan tsunami di sekitar episentrum gempa tesebut," katanya.Ia menambahkan, gelombang tsunami terjadi pada plasma atau gas panas di permukaan matahari sehingga tidak akan berdampak ke bumi. Sedangkan ledakan matahari atau lontaran massa matahari yang dikenal sebagai badai matahari bisa berdampak ke bumi ketika badainya berskala besar dan mengarah ke bumi.

***

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi. Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013. Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.


copy paste dari vivanews

Add to Google Reader or Homepage

Add to The Free Dictionary

Technology Blogs

Powered by  MyPagerank.Net Powered by FeedBurner

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More